Jakarta, Indonesia - Pada pertemuan High-Level Task Force on ASEAN Community's Post-2025 (HLTF) di Jakarta, 20 - 21 Februari 2023, Dubes Dian Triansyah Djani tekankan bahwa ASEAN membutuhkan sebuah visi jangka panjang yang robust, sampai 20 tahun kedepan.

Lebih lanjut, Dubes Djani sampaikan bahwa ASEAN tahun 2045 harus menjadi ASEAN yang agile, resilient, adapt and connected. Di tengah-tengah situasi dunia yang terus berubah, ASEAN dituntut untuk mampu tetap relevan menghadapi berbagai tantangan global dan regional saat ini dan masa depan.

Para anggota HLTF bertemu untuk mendiskusikan penyusunan Visi ASEAN post-2025. Dalam penyusunan Visi ini, HLTF juga menjaring berbagai pandangan dari masyarakat sipil, akademisi, dan badan-badan ASEAN terkait.

Para Pemimpin ASEAN memandatkan pembentukan HLTF pada tahun 2020 untuk merumuskan Visi Komunitas ASEAN paska-2025. Para anggota HLTF terdiri dari masing-masing satu Eminent Person (EP) dan High-Level Representative (HLR) dari tiap-tiap negara anggota ASEAN dan Sekjen ASEAN yang menjabat.

Pertemuan di Jakarta ini merupakan pertemuan HLTF pertama di bawah Keketuaan Indonesia, dan pertemuan keenam sejak HLTF terbentuk. Indonesia dan Malaysia merupakan co-chairs HLTF selama tahun 2023. Indonesia dijadwalkan masih akan menjadi tuan rumah untuk beberapa putaran pertemuan HLTF tahun ini.

Pada pertemuan ini Indonesia juga memperkenalkan format baru berupa "sofa talk" yang memungkinkan tukar pandangan secara terbuka dan rileks untuk memperlancar pembahasan rancangan Visi ASEAN ke depan.

Dubes Dian Triansyah Djani, Staf Khusus Menlu RI untuk Penguatan Program-Program Prioritas saat ini merupakan EP Indonesia, sementara Dubes Ngurah Swajaya, Staf Khusus Menlu RI untuk Diplomasi Kawasan menjabat sebagai HLR.​
 

Sumber: Kementerian Luar Negeri