Jakarta, CNN Indonesia -- Junta militer Myanmar berjanji akan bertindak kooperatif dalam melaksanakan rencana perdamaian yang disepakatinya dengan asosiasi negara di Asia Tenggara (ASEAN). Janji tersebut diutarakan menanggapi teguran keras dari ASEAN, termasuk yang menolak kehadiran pemimpin junta saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar pekan ini.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (24/10, pada pernyataan resminya lewat media massa negara, Junta militer Myanmar mengatakan pihaknya menjunjung prinsip hidup berdamping dengan negara-negara lain.